Yang namanya service center tentu saja berfungsi utama untuk menerima perbaikan ponsel, sekaligus “bengkel” perbaikannya. Namun saat ini kelihatannya sebagian vendor menggabungkan service center dengan showroom-nya.
Kebanyakan service center hanya melayani perbaikan hardware, meski tak menutup kemungkinan memberikan layanan untuk software pula. “Software, seperti driver, biasanya sudah disediakan di website sehingga konsumen bisa mengaksesnya sendiri,” kata Untung BW, GM Marketing StarTech Mobile.
Waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan tentu saja bergantung kecil-besar kerusakan yang terjadi. Rusak ringan bisa jadi hanya butuh beberapa menit untuk memperbaikinya; namun rusak berat bisa menghabiskan waktu dalam hitungan hari, minggu, bahkan bulan. Rata-rata, vendor mematok waktu seminggu sampai sebulan untuk perbaikan.
“Kalau butuh ganti komponen, sementara di SC tak ada stok, sehingga harus tunggu kiriman komponen, waktu perbaikannya tentu saja akan lebih lama,” ujar Untung. Ini berlaku tak hanya pada service centre di luar Jakarta; yang di Jakarta pun ada kalanya harus menunggu kiriman komponen dari pabriknya di Cina. Karena itu konsumen pun diharapkan sabar menanti.
Kesabaran ini menjadi kunci utama, terutama bagi konsumen di daerah luar Jakarta. Sebab, sebagian vendor yang baru masuk ke bursa ponsel Cina cukup banyak yang menggunakan service point untuk melayani purna jual. Kebanyakan service point ini hanya bertindak sebagai penerima produk yang rusak. Kemudian akan meneruskannya ke service center terdekat; atau malah mengirimnya ke pusat (Jakarta). Yang penting, konsumen harus tetap rajin menghubungi sesuai waktu yang dijanjikan petugasnya.
Di pihak lain, vendor pun diharapkan terus bekerja keras meningkatkan kualitas layanannya. Misalnya, bila kerusakan ponsel tak bisa diperbaiki dalam waktu seminggu, maka vendor akan menggantinya dengan ponsel baru. “Tapi tentu tetap ada syarat kondisi tertentu,” kata Stephannus Wijaya, Manager Marketing & Support Promo Swaahoo.
Kartu garansi
Setiap produk elektronik pasti disertai kartu garansi. Demikian pula PoCin yang beredar di sini. Kartu tersebut berperan sebagai penanda bahwa konsumen membeli produk yang resmi. Sebaliknya, itu juga menjadi penanda bahwa produsen menjamin kualitas produk yang dijualnya. Makanya, pastikan ada kartu garansi di paket yang dibeli. Kemudian, isi data yang diminta dengan benar; biasanya kita juga diminta mengirim potongan kartu garansi ke vendor. Satu hal lagi, jangan lupa menyimpan bukti pembelian bersama kartu garansi.
Lalu apa gunanya kartu garansi ini? Ketika ke service center, kita dijamin mendapat layanan perbaikan - umumnya gratis bila ponsel masih dalam masa garansi. Tentunya dengan catatan, kerusakan itu memang dari pabrikan; bukan akibat kesalahan konsumen. Kebanyakan, yang dijamin adalah asesori yang termasuk dalam paket pembelian, serta komponen tertentu pada ponsel. “LCD dan stylus biasanya tidak termasuk dalam garansi,” kata Wirahadi K, Product Manager myG. Untuk pastinya, baca dengan cermat keterangan yang tercantum dalam kartu garansi. Jangan sungkan bertanya pada penjual, atau hubungi nomor service center yang tertera di kartu garansi, bila kita tak menemukan keterangan tersebut.
(box)
Banyaknya merek ponsel Cina (PoCin) -entah itu sepenuhnya (buatan) Cina, atau setengah Cina- yang membanjiri pasar Indonesia sebetulnya menunjukkan bahwa potensi pasar di Indonesia masih sangat besar. Hanya, citra “buatan Cina = murah dan mudah rusak” masih melekat di benak masyarakat. Dan, repotnya, memang tak sedikit vendor yang menunggangi tren hanya untuk mengeruk keuntungan sesaat. “Ini merugikan vendor lain yang memang serius menggarap pasar ponsel Cina,” kata Andi Tanudjaya, K-Touch Mobile.
Karenanya, bagi vendor, keberadaan service center menjadi salah satu bukti yang menunjukkan keseriusan mereka berjualan. Semakin mudah konsumen menemukan service centre produk vendor itu, dan semakin baik layanan yang diberikannya, sebetulnya makin jelas keseriusan vendor tersebut memberikan produk dan layanan purna jual bagi konsumen.
This entry was posted on Friday, June 6th, 2008 at 10:32 am and is filed under My Notes. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.